Pandangan yang telah bertahun-tahun menginspirasi kita sebagai orang tua adalah keinginan kita agar anak kita bisa tumbuh menjadi anak yang pintar atau cerdas dari aspek inteligensi semata, karena anak yang pintar sudah pasti dapat membanggakan orang tua dan dapat bersaing dengan hebat di lingkungan sekitarnya.
Kita juga terobsesi bahwa kita ingin anak kita juga memiliki kreatifitas dan inteligensi yang tinggi dalam mengerjakan atau memahami pelajaran di sekolah. Bisa meraih nilai yang tinggi, bisa menjadi juara kelas, bisa menduduki ranking satu atau bahkan bisa menjadi juara olimpiade pelajar tingkat nasional dan internasional.
Namun begitu, perlu hadirin sekalian ketahui, bahwa pada hakekatnya kesempurnaan dari sebuah tumbuh kembang anak hingga dewasa tidak cukup hanya diukur dari aspek kecerdasan inteligensi atau IQ semata, namun harus dilihat secara lebih komprehensif atau menyeluruh. Seseorang bisa dikatakan sempurna dalam tumbuh kembangnya apabila juga diiringi Emotional Quotient (EQ) / kecerdasan Emosional, Spiritual Quotient (SQ) / Kecerdasan Jiwa dan Religius serta Social Quotient (SosQ) / Kecerdasan Sosial. Jadi keempat faktor kecerdasan ini harus dipupuk secara harmonis dan saling melengkapi.
Hal ini perlu kami sampaikan karena menurut pendapat ahli psikologi perkembangan terkenal yang bernama Goleman, beliau berpandangan bahwa kesuksesan masa depan seseorang ditentukan oleh faktor diluar IQ sebanyak 80% dan IQ sendiri hanya menyumbang sebesar 20%.
Oleh karena itulah, melalui kegiatan rakor bakohumas hari ini, narasumber nantinya bisa memberikan wawasan yang lebih luas dan cakrawala pemikiran kita sebagai orang tua dalam mendidik anak-anak diharapkan bisa lebih terbuka.
Dan kita semestinya bisa membentuk seorang anak yang tidak hanya pintar, namun yang lebih penting adalah bagaimana anak-anak kita bisa santun dalam berperilaku, mulia dalam berakhlaq serta menjadi generasi yang soleh dan solehah. ***) Widodo Anwari Humas dan Protokol