Perjuangan Kanjeng Raden Tumenggung (KRT) Suronolo pada zaman dahulu, perlu
kita junjung dan kita uri-uri yang dipercayai oleh masyarakat Suronalan ini dan
merupakan salah satu bentuk penghormatan terhadap tokoh yang kita segani
tersebut.
Perlu saya sampaikan juga bahwa Kebudayaan, termasuk di
dalamnya kegiatan yang baru kita laksanakan ini, merupakan asset daerah yang harus dijaga
kelestariannya, karena produk budaya tidak hanya dapat dinikmati keindahannya,
tetapi juga mengandung nilai-nilai luhur yang tinggi dan adi luhung, yang
merupakan kekayaan khasanah budaya bangsa kita.Perlu kami sampaikan kepada hadirin semua, bahwa di
Kabupaten Magelang terdapat lebih dari 1.000 kelompok sanggar kesenian dengan
jumlah anggota lebih dari 30.000 orang. Jumlah ini menjadikan Kabupaten Magelang sebagai
Kabupaten terbanyak yang memiliki sanggar kesenian di Provinsi Jawa Tengah.
Demikian juga jumlah pentas kesenian seperti kethoprak,
topeng ireng, kuda lumping, jathilan, wayang kulit, soreng serta jenis kesenian
lainnya, dari tahun ke tahun frekuensi pementasannya semakin meningkat. Hal ini tentunya merupakan perkembangan yang
menggembirakan, dan secara umum menunjukkan bahwa kesenian daerah dan kesenian
tradisional, semakin digemari dan diterima oleh masyarakat.
Untuk itu, menjadi kewajiban bagi kita bersama untuk
melestarikan dan nguri-uri warisan
adi luhung nenek moyang tersebut, sambil terus berusaha untuk meningkatkan
kualitas dan kuantitas kegiatan. Sejalan dengan penyelenggaraan kirab Pusaka KRT. Suronolo
ini, kami menghimbau kepada para pengelola kesenian/budaya di Kabupaten
Magelang agar bisa bersinergi dengan pelaku dan pengelola pariwisata di
Kabupaten Magelang, sehingga kedepan, keberadaan dan keberagaman kesenian di
Kabupaten Magelang, semakin berkembang dan diterima oleh masyarakat.Lebih dari pada itu, dengan kesenian dan kebudayaan, kita
harapkan bisa menjadi sarana utama dalam meningkatkan jumlah wisatawan yang
berkunjung ke Kabupaten Magelang,
sehingga akan memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan kesejahteraan
masyarakat.
Selanjutnya, kami berharap agar kegiatan ini
bisa menjadi sebuah tanda dan simbol bagi kita bersama untuk meneladani
kesolehan hidup Beliau, serta bisa sebagai pengingat bagi kita bersama, bahwa
kelak, kita juga akan mengalami kematian sehingga dapat menjadikan kita lebih dapat
berhati-hati dalam menjalani kehidupan di dunia ini***) Widodo Anwari Humas dan Protokol Setda Kabupaten Magelang.